MENURUT ANDA, BLOG INI ?

Minggu, 26 Desember 2010

Bahasa Asli Perjanjian Lama Tidak Disebut Ibrani (PL yang ada saat ini adalah BULLSHIT)


Bahasa masa pra-pengasingan (pre-exilic language) yang digunakan oleh Yahudi adalah dialek Kanaan dan tidak dikenal sebagai Ibrani. Orang-orang Funisia (atau lebih tepatnya, orang-orang Kanaan) menemukan alfabet yang benar pertama kali ± 1500 S.M., berdasarkan huruf-huruf ketimbang gambar­gambar deskriptif. Semua alfabet yang berturut-turut seterusnya adalah ber­utang budi pada, dan berasal dari, pencapaian Kanaani ini.19
Dalam budaya umum, bangsa Kanaan tidaklah kalah hebat, dan tidak se­dikit dari budaya Kanaan itu telah diambil alih oleh orang-orang Ibrani.... Orang-orang Ibrani bukanlah pembangun yang besar, juga bukan cerdas dalam seni dan keahlian. Akibatnya mereka dalam bidang ini, begitu juga hal-hal yang lain, harus bergantung berat pada orang-orang Kanaan. Bahasa apa pun yang digunakan orang-orang Ibrani sebelum menetap di Palestina, adalah dialek bahasa Kanaan yang kemudian menjadi bahasa rnereka setelah menetap. 20
Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa bahasa Ibrani dan Aramaik merupakan dua dialek bahasa Kanaan.21 Pada kenyataannya tulisan-tulisan Yahudi pra-pengasingan adalah berbahasa Kanaan,22 walaupun sekarang secara salah dianggap sebagai bahasa Ibrani lama atau paleo-Ibrani. Abraham dan anak­cucunya merupakan suatu marga yang terlalu kecil di Kanaan untuk dapat menciptakan bahasa mereka sendiri, dan dengan terpaksa mereka harus menggunakan bahasa Kanaan yang predominan, sangat tidak mungkin bahwa orang-orang Israel, dalam jumlah yang demikian kecil dan terpaksa me­nanggung penderitaan dan perbudakan di Mesir, adalah dalam posisi yang kondusif untuk menciptakan sebuah bahasa baru. Sejauh yang mungkin di­lakukan hanyalah mengadopsi sebuah dialek bahasa Kanaan tertentu pada tahap tertentu, tetapi tentu saja tidak ada yang berbeda dan unik. Dan kenyata­annya PL itu sendiri tidak pernah merujuk pada bahasa Yahudi sebagai bahasa Ibrani, sebagaimana yang diilustrasikan oleh dua ayat dari Yesaya 36:
11- Lalu kata Elyakim, Sebna dan Yoah kepada Rab-Syakih, "Tuan, bicara saja dalam bahasa Siria dengan budak-budakmu; karena kami memahaminya: Jangan memakai bahasa Yahudi (Jew's language), nanti dimengerti rakyat di atas tembok kota itu."
13- Kemudian Rab-Syakih berdiri dan berteriak dalam bahasa Yahudi, dan berkata, "Dengarlah apa yang dikatakan raja besar, raja Asyur."
Demikianlah terjemahan dalam versi King James (King James Version), dan frasa yang sama juga ditemukan dalam versi New World Translation,23 versi Holy Bible from the Ancient Eastern Text,24 Revised Standard Version,25 dan edisi bahasa Arab. Ketiga versi yang terakhir ini mengganti `bahasa Aram' dengan `bahasa Suriah', tapi tak satu pun menganggap yang lain sebagai bahasa Ibrani.26 2 Raja-raja 18:26 dan 2 Tawarikh 32:18 mencatat rentetan kejadian yang sama dan menggabungkan ekspresi yang sama. Dalam bab yang lain dari Yesaya kita membaca:
Pada waktu itu bahasa Kanaan akan dipakai dalam lima kota Mesir, dan mereka akan mengangkat sumpah demi Tuhan para penjamu mereka; salah satu kota itu akan dinamakan "Kota Kehancuran".27
Terjemahan-terjemahan di atas secara sepakat menyetujui kesimpulan ini; jika bahasa Ibrani telah ditemukan pada waktu itu, tentu saja PL akan memberikan kesaksian tentang hal itu, dan bukannya malah membuat istilah atau susunan kata-kata (wordings) yang kabur tentang `bahasa orang-orang Yahudi' (Jews' language) atau bahasa Kanaan (language of Canaan).28 Dengan kenyataan bahwa teks secara generik merujuk pada bahasa Kanaan-yang secara simpel bisa dikatakan berbahasa Kanaan-kita dapat menyimpulkan bahwa
bangsa Israel tidak mempunyai sebuah bahasa yang khusus pada waktu ter­pecahnya Kerajaan menjadi Israel dan Tehuda.
Sebetulnya kata-kata `bahasa Ibrani' memang benar-benar ada, tapi ia mendahului bangsa Israel, dan tidak merujuk pada sesuatu yang berhubungan secara jauh dengan Yahudi. Kata-kata `ibri (Habiru) dan `ibrani (Hebrew) telah lama dipakai bahkan sebelum 2000 S.M. dan merujuk pada sebuah grup dari suku-suku Arab di daerah-daerah bagian utara Jazirah Arabia, di padang pasir Suriah. Sebutan itu menyebar ke suku-suku Arab yang lain di daerah itu hingga menjadi sinonim dengan `son of the desert' (anak padang pasir). Teks-teks Cuneiform dan Fir'aunis semenjak sebelum bangsa Israel pun menggunakan kata-kata seperti `ibri, Habiri, Habiru, Khabiru, dan `abiru. Dalam hal ini istilah `ibrani, seperti dianggap berasal dari Abraham dalam Bibel, berarti seorang anggota dari `abiru (atau suku-suku Arab nomad), yang dia sendiri merupakan salah satu anggotanya. Frase `ibrit, yang menunjukkan orang-orang Yahudi, diciptakan belakangan oleh para rabi di Palestina.29
ii. Tulisan Yahudi Periode Awal: Bahasa Kanaan dan Asyur
Tulisan Yahudi masa pra-pengasingan adalah berbahasa Kanaan.30 Tat­kala bahasa Aram menjadi bahasa dominan kawasan Timur Dekat kuno, orang­orang Yahudi mengadopsi bahasa ini dan segera mengambil tulisannya juga­yang saat itu dikenal sebagai bahasa Asyur.31
`Tulisan Asyur' atau ini disebut demikian karena asalnya merupakan bentuk Aram dari `Tulisan berbahasa Funisia' yang telah jamak digunakan...sejak abad ke-8 S.M. dan dibawa kembali orang­orang Yahudi pulang dari Pengasingan. Square script (tulisan persegi) adalah berasal dari bentuk alfabet ini.32
Tulisan persegi ini secara formal tidak dianggap sebagai tulisan Ibrani hingga terjadi karya-karya Bin Sira dan Josephus pada abad pertama Masehi, dan di dalam Mishna dan Talmud,33 yang kesemuanya merupakan perkem­bangan-perkembangan yang terjadi sangat belakangan.
Jadi, aslinya ditulis dalam bahasa apakah PL itu? Dari informasi di atas kita lihat ada sebuah proses evolusi penulisan: bahasa Kanaan, Aram (Asyur), dan akhirnya square, yang kemudian belakangan dianggap sebagai bahasa Ibrani. Kita bisa menyimpulkan bahwa, menjelang kepulangan mereka dari Pengasingan Bibel pada tahun 538 S.M., orang-orang Yahudi tidak mempunyai alat komunikasi tertulis apa pun yang secara khas milik mereka sendiri. Menariknya Wurthwein menggabungkan alphabet Kanaan ini seraya menegaskan, "Ini adalah tulisan Funisia-Ibrani kuno, pendahulu setnua alfabet yang terdahulu maupun kini."34

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

tinggalkan komentar dan nama anda