MENURUT ANDA, BLOG INI ?

Rabu, 05 Januari 2011

SEKTE KRISTEN : KANISAKH ORTODOKS SYRIA

KHASANAH ORTODOKS SYRIA
Lahirnya Paham Ortodoks

Sejarah menyebutkan, paham ortodoks lahir dari perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantin. Puncaknya, pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus (450-458 M) seabad lebih sebelum Nabi Muhammad lahir di Mekkah (571). Kala itu, tepatnya pada tahun 451, diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan. Buntut dari konsili ini menimbulkan perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali.

Nah, rupanya, sejak inilah umat Kristen terpecah menjadi dua. Di satu pihak berpusat di Roma dan Bizantium, dipimpin Bapa Laon (440-461). Kelompok ini mengakui, al-Masih mempunyai dua sifat: Tuhan dan manusia. Kelompok ini kemudian lebih dikenal dengan Kristen dan Katholik.

Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444-454 Masehi). Kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih. Mereka tidak setuju dengan aliran Kristen yang mengakui sifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok ortodoks. Nama 'ortodoks' dipakai karena berarti: menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodoks mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya.

Penganut ortodoks sendiri terdiri atas beberapa toifah (komunitas berdasarkan kesamaan kultur, tradisi, bahasa, dan bangsa). Karenanya ada toifah Koptik, Syrian, Armenian, dan Habasah. Sedang 'aqidahnya' sama.

Kanisah Ortodoks Syria (KOS) mengklaim punya bukti sejarah, bahwa Injil yang pertama berbahasa Arab Syria. Menurut mereka, bahwa al-Masih &emdash;kalangan penganut KOS pantang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus seperti lazimnya digunakan penganut Kristen Katholik/Protestan, tetapi lebih suka menyebutnya dengan al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih&emdash; berbicara dengan menggunakan bahasa Syria. Injil diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 643. Hingga sekarang, Injil yang digunakan penganut paham Ortodoks Syria, Irak, Lebanon, dan Mesir, adalah berbahasa Arab. Memang, antara bahasa Syria dan bahasa Arab terdapat kemiripan dan persamaannya.

Di Indonesia, KOS mulai diperkenalkan secara resmi oleh Bambang Noorsena, SH. Berdasarkan akte notaris tertanggal 17 September 1997, Bambang mulai memperkenalkan KOS. Sebelumnya, selama 2 tahun (1995-1997), alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Cipta Wacana Malang ini, keliling ke Timur Tengah &emdash;di antaranya Suriah, Damaskus, Mesir, Yordan, Libanon, Palestina, dan Israel&emdash; untuk mempelajari pola-pola ajaran KOS. Karena di Indonesia belum mempunyai gereja, kerapkali pengajian-pengajian jamaah KOS ini dilakukan di hotel: di Jakarta, Surabaya, maupun Malang. Sebab itu pula keberadaan KOS di Indonesia masih berbentuk lembaga studi dengan nama 'Studia Syriaca Ortodoxia' berpusat di Malang, Jawa Timur.

Pemimpin tertinggi KOS adalah Patriakh, yang sekarang dipegang oleh Patriakh Mar Ignatius Zakka I Iwas di Suriah. Berdasarkan Konstitusi 1991, KOS terdiri atas 20 keuskupan yang tersebar di seluruh dunia. Di bawah uskup ada abuna (pemimpin). KOS di Indonesia belum sampai ke tingkat abuna, karena belum mempunyai gereja. Yang ada, kata Bambang, baru sebatas Syekhul Injil (penginjil). Itu sebabnya, untuk menjadi penganut KOS di Indonesia terlebih dulu dilakukan proses pembaptisan oleh Abuna Abraham Oo Men di Singapura 

KHASANAH ORTODOKS SYRIA
Kristen Ortodoks Syria Dimata Pengikutnya

Henney Sumali, SH (37)
Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya [1988] ini Ketua KOS Surabaya. pria dibesarkan dari lingkungan keluarga Kristen-Protestan ini mengaku, tertarik dengan KOS baru setahun lalu [1998]. Berikut kisahnya:

Sejak kecil saya hidup dalam keluarga penganut Kristen-Protestan yang taat. Namun, saya masih ingin mengembarakan naluri beragama saya itu. Hanya satu yang saya tuju, mencari kepastian dalam menuju keselamatan hidup dunia-akhirat. Bertahun-tahun lamanya, tapi belum juga ditemukan kecocokan. Hingga kuliah, belum juga ketemu.

Pada suatu ketika dalam suatu pertemuan di Surabaya, tepatnya Mei 1998, saya bertemu dengan Mas Bambang Noorsena, SH. Dari perbincangan dengan Mas Bambang itu, kemudian berlanjut dengan saya datang ke rumahnya, di kawasan Jalan Supriadi di Malang. Dari situlah terjadi dialog teologi. Mas Bambang banyak cerita tentang Kanisah Ortodoks Syria (KOS) dan pengalaman spiritualnya sebelum (Bambang sebelumnya penganut Kristen-Protestan) dan sesudah mempelajari KOS di Timur Tengah.

Dari situ, saya menjadi tertarik. Karena menurut saya, sekalipun Kristen-Protestan yang selama ini saya peluk merupakan rumpun agama samawi, namun belum saya temukan kepastian iman. Tapi, di KOS saya seakan menjadi terbuka dan menemukan ikhwal kepastian dalam menuju kehidupan dunia akhirat. Saya juga menemukan hakikat iman yang selama ini saya cari. Bahwa Isa al-Masih &emdash;yang menurut pemeluk Kristen-Protestan disebut Yesus adalah anak Tuhan&emdash; dihadirkan ke dunia, menurut KOS dipahami sebagai Nuzul Tuhan (penyampai firman Tuhan). Tuhan itu Esa. Tidak sama atau tidak bisa disamakan dengan makhluk. Karena kalau Tuhan sama dengan makhluk. Berarti bisa fana (binasa). Saya memahami Isa al-Masih itu, tidak berbeda halnya dengan Nabi Muhammad dalam Islam. Muhammad dihadirkan ke dunia sebagai penyampai firman Tuhan.

Saya tidak beragama Islam. Tapi, saya menemukan "islam" dalam KOS. Bahwa, apa yang saya yakini dan lakukan sehari-hari sebetulnya sudah inheren dengan "islam" (KOS memakai nama islam dengan huruf "i" kecil, sebab kalau "I" besar itu identik dengan "Dienul Islam" yang dibawa Nabi Muhammad saw). Karena hakikat "islam," dalam KOS, artinya: berserah diri pada Allah. Jadi, apa yang saya jalani ini tidak lepas dari tuntutan.

Joko, peserta pengajian KOS Jakarta

Lelaki yang dulunya hidup dalam keluarga beragama Islam ini sempat tiga kali pindah agama, terakhir tertarik dengan KOS. Berikut kisahnya:

Pada awalnya, saya seringkali mengikuti pengajian Mas Bambang Noorsena secara rutin sebulan sekali di Hotel Sahid, Jakarta. Saya bersama sekitar 400-an orang ikut pengajian Mas Bambang. Menurut perkiraan saya, jamaah pengajian itu sekitar 60% pesertanya dari kalangan Islam. Seperti biasa, setiapkali pengajian terlebih dulu diawali dengan shalat naum (mirip shalat maghrib, karena dilakukan selepas maghrib). Usai shalat, dilanjutkan dengan Tilawatil Injil dan disambung dengan ceramah yang disampaikan Mas Bambang. Sebelum berakhir, juga diselingi tanya-jawab.

Sebelum menjadi peserta kajian KOS ini, saya sudah tiga kali pindah agama. Sewaktu saya masih kecil, kedua orangtua saya beragama Islam. Tapi, ketika saya berusia 7 tahun, ibu saya pindah ke agama Katholik. Bapak masih bertahan dengan agama Islam. Jadi ketika itu, saya juga sering diajak ibu pergi ke gereja, juga sering diajak bapak ke musalla/langgar. Saya juga diajari shalat dan puasa oleh bapak. Kehidupan beragama di lingkungan keluarga memang tampak demokratis. Tapi, dari situ, saya kemudian agnostik, percaya pada Tuhan tapi untuk sementara waktu menunda kepercayaannya. Hal itu berjalan sampai saya kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

Kehidupan agnostic ini berangsur berkurang setelah saya aktif mengikuti mengikuti dialog theologi yang diselenggarakan Yayasan Paramadina di Hotel Regent, Jakarta. Dari situ pula, saya kemudian berkenalan dengan pengajian KOS yang diasuh Mas Bambang. Hingga kemudian tertarik.

Tito Pontoh, peserta pengajian KOS di Jakarta

Lelaki alumni Universitas Krisna Dwipayana Jakarta ini mengaku, lahir dari keluarga yang bermacam-macam agama. Tapi, pihak keluarganya, katanya, cukup memberikan toleransi pada keluarga lainnya yang berbeda agama. Berikut kisahnya:

Sebelum tertarik dengan KOS, saya pemeluk Kristen-Protestan yang taat. Karena lingkungan keluarga yang cukup memberi toleransi pada keluarga yang berbeda agama itu, saya juga berusaha belajar lain-lain agama. Nah, kemudian saya menjadi tertarik dengan KOS. Karena missi dan tujuannya, setelah saya pelajari ternyata baik sekali.

Bagi saya, KOS merupakan jembatan bagi pemeluk Islam dan Kristen di Indonesia yang selama ini acapkali tegang dan disalahpahami di antara keduanya. Berbagai kegiatan KOS yang saya ketahui, ia melakukan dialog terbuka, duduk sebangku dan semeja antara pemeluk Kristen dan Islam. Dari situ, saya menilai KOS cukup positif.

Hal lain yang membuat saya tertarik dengan KOS, menurut saya, KOS ini seperti tasawuf dalam Islam, kurang lebih begitu. Karena disini 'kan ada mistik-mistiknya. Sedang di Protestan murni logika. KOS selain logis, juga membiarkan unsur-unsur tasawufnya hilang begitu saja. Dari situlah saya menjadi tertarik dengan KOS.

Tulisan : Bambang Noorsena pada Majalah Indonesia Maret 1998 

KRISTEN ORTODOKS SYRIA
Upaya Menemukan Kembali Akar

 Ajaran Kristen Ortodoks Syria hadir di Indonesia. Mereka salat tujuh kali sehari, dengan menggunakan bahasa Arab.

BERMULA dari keingintahuannya tentang ajaran Kristen yang berwajah oriental, Bambang Noorsena, 34 tahun, menelaah teks Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia juga melakukan perjalanan ke beberapa negara Timur Tengah pada 1995-1997. "Saya melacak jejak historis Gereja Anthiokia purba yang dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul," katanya kepada Gatra. Pencariannya tidak sia-sia. Bambang menemukan ajaran Kristen Ortodoks yang berpusat di Anthiokia, Syria.

Dalam ajaran Ortodoks itu Bambang Noorsena menemukan jembatan yang bisa menghubungkan antara Kristen dan Islam yang dipeluk mayoritas penduduk Indonesia. Lalu, warga Malang, Jawa Timur, yang tercatat sebagai jemaat Kristen Jawi Wetan itu berguru khusus kepada Mar Ignatius Zaka al Awwal al Uwais yang berkedudukan sebagai Patriark Anthiokia dan seluruh wilayah Timur. Mar Ignatius dikenal juga sebagai Rais al Aliy (Pemimpin Tertinggi) Gereja Ortodoks Syria. "Selama belajar di sana saya menemukan kembali akar kekristenan semitik. Inilah penerus dan pewaris Kristen yang pertama," kata Bambang.

Dalam Kisah Para Rasul disebutkan, sepeninggal Isa, Rasul Petrus bertugas sebagai patriark yang pertama di Anthiokia. Selama tujuh tahun Rasul Petrus menjalani misi sucinya, sebelum bertugas ke Roma. "Sejak saat itu ajaran Kristen mengalami proses Helenisasi, diikuti dengan Westernisasi," ujar Bambang Noorsena menjelaskan.

Yang menarik, dalam menjalankan ibadah ritualnya, Ortodoks Syria ini menjalankan salat tujuh waktu dalam sehari semalam, dengan menggunakan bahasa Arab. Mereka juga membaca Kitab Injil -dalam bahasa Arab- mirip orang Islam Sedang mengaji Al-Quran.

1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.
2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.
5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan. Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).
6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).
7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.

Kini, pengikut ajaran "baru" itu sudah ratusan jumlahnya, terutama di kalangan anak muda terpelajar. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang. Untuk menghimpun jamaah, Bambang Noorsena membentuk Yayasan Kanisah Ortodoks Syria, September tahun lalu. Peresmiannya diselenggarakan di Hotel Milenium di Jakarta, akhir tahun lalu. Barnabas Suebu (mantan Gubernur Irian Jaya) duduk sebagai ketua umum yayasan. Sedangkan Dr. Anton Lesiangi (tokoh teras di Kosgoro) sebagai sekretaris umum. Mereka memang masih belum mempunyai gereja sendiri, karena masih menunggu sang imam yang bakal ditasbihkan di Syria.

Meskipun demikian, sejauh ini yayasan tersebut belum tercatat dalam komunitas Kristen di Indonesia. Hal itu dikemukakan oleh Jan Kawatu, Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan, Departemen Agama, kepada Gatra.

Selama ini, menurut Jan, untuk mengontrol lahirnya yayasan dari aliran-aliran keagamaan di lingkungan Kristen Protestan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para notaris, agar mereka tidak mengesahkan berdirinya sebuah yayasan atau lembaga kristen sebelum mendapat izin resmi dari Direktur Bimas Kristen. "Izin itu kan perlu untuk mengetahui siapa mereka, apa tujuannya, dan macam apa alirannya," kata Jan. Selain itu, menurut Jan, Bimas Kristen Protestan sudah menutup pintu bagi aliran baru. "Tidak ada lagi izin bagi aliran baru," kata Jan menegaskan.

Berbeda dengan Jan, kehadiran aliran Kristen Ortodoks Syiria ini dapat diterima oleh cendekiawan muslim seperti Dr. Jalaluddin Rakhmat dan Dr. Nurcholis Madjid. "Kita harus menaruh hormat dan menghargai perbedaan," kata Kang Jalal -sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat- pada Taufik Abriansyah dari Gatra. Menurut Kang Jalal, dia tidak kaget kalau dalam tata cara peribadatan mereka banyak yang sama dengan ajaran Islam. Sebab, menurut Kang Jalal, pada zaman dulu pun orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen yang disebut Kristen Moronit. Mereka melakukan tata cara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah orang Islam.

"Agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripan dengan Islam," kata Cak Nur -sapaan akrab Dr. Nurcholis Madjid- kepada Mauluddin Anwar dari Gatra. "Kalau sekarang ada yang mirip, ya tidak aneh," ujar Cak Nur. Menurut Cak Nur, aliran Kristen Ortodoks Syiria itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat. "Kalau kita gunakan literatur yang lebih awal, sebetulnya Kristen yang paling asli ya aliran mereka itu," kata Cak Nur kepada Gatra.
Agaknya kita memang perlu arif sesuai dengan semangat toleransi antarumat beragama.

Herry Mohammad, Sapto Waluyo, dan J. Eko Setyo Utomo
Posted by JUSUF (203.130.241.234) on June 11, 2001 at 00:04:29:
mailto:jusufp@hotmail.com
In Reply to: ALIRAN KOS : KRISTENISASI GAYA BARU ATAU MENIRU ?? posted by Frangkie on June 10, 2001 at 02:16:23:
http://www.global.bisnis.net/webcgi/yesusnetdiskusi/messages/3865.html

Saya seorang Kristen-Protestan dan dalam beberapa bulan terakhir ini mencari tahu hal ihwal Khasanah Ortodoks Syria (KOS) yang mulai berkembang di Indonesia.

Menurut pandangan saya, sejauh yang sudah saya ketahui, KOS secara hakiki, bukanlah Kristen, walaupun muncul dengan nama Kristen, sebagai salah satu sekte dalam Kekristenan, menggunakan Alkitab (Injil) sebagai kitab suci, dan beribadah di gereja.

Setidaknya beberapa hal berikut ini menandakan bahwa KOS bukan Kristen sejati, atau setidaknya sudah menyimpang jauh dari ajaran Kristen yang fundamental, yaitu yang diajarkan oleh para rasul (apostolik).

1. Alkitab dengan jelas dan gamblang mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah (tepatnya oknum Allah Anak) yang menjelma menjadi manusia sehingga Yesus Kristus adalah 100% Allah dan sekaligus 100% manusia, sedangkan dalam ajaran KOS, Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah manusia yang memperoleh urapan illahi secara khusus dan menjadi Kristus.

2. Alkitab dengan jelas dan gamblang mengajarkan bahwa kematian Yesus Kristus di salib adalah kematian untuk penebusan manusia dari status keberdosaaan mereka (atonement) dan demikian maka oleh kematianNya itu manusia memperoleh penebusan atas dosa mereka, sedangkan dalam KOS, kematian Yesus Kristus hanyalah suatu syuhada (martir) dan bukan kematian sebagai atonement bagi manusia yang berstatus berdosa.

Dengan demikian maka juga saya mempertanyakan bagaimana konsep keselamatan dalam KOS?






27 komentar:

  1. mantab om.
    bener2 bunglon tuh penyembah yesus

    mampir om ke KUPAS KRISTEN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa yg binglon?siapa yg meniru?SirianCurch sdh ada sejak abad pertama masehi.gereja pertama yg dibangun sendiri oleh rasul Petrus murid Yesus sebelum beliau hijrah ke Roma menjadi Paus pertama.jauh sebelum nabi Mohamadmu ada.baca sejarah.salat itu tradisi kristen ortodoks.ada sebelum Mohamad.KOS bisa dikatakan saudara kandung Rome Catholic

      Hapus
    2. PERINGATAN !!! JANGAN TONTON VIDEO INI...berbahaya..TEMAN-TEMAN BISA MASUK islam ....
      http://www.youtube.com/watch?v=BLi0_r16STM
      Kisah YUSHA EVANS.
      INJIL Membimbingku pada ISLAM. Kisah yang sangat inspiratif dari seorang mantan kristen yang mempelajari dan mengkaji Injil dengan pikiran terbuka, yang kemudian justru Injil sendiri yang membimbingnya kepada ISLAM.

      Jika Anda ingin berinteraksi langsung atau menghubungi Yusha Evans silahkan kunjungi situsnya www.yushaevans.com http://www.yushaevansmedia.com

      Hapus
  2. UTK jusufp@hotmail.com

    anda pasti katak dalam tempurung yg tidak pernah tahu sejarah unitarian dan trinitarian

    BalasHapus
  3. Aneh komentar Pak Jusuf ini. Pertama dia mengatakan 2 hal yang seolah dia yakini dia dapat dari ajaran KOS. TApi ending nya koq kembali bertanya tentang hal tersebut??? DAri penjelasan Bapak Bambang Noorsena yang saya dengar, apa yang anda katakan di 2 point tersebut bertolak belakang sekali. SAya jadi bertanya dari sumber mana anda mendapatkan informasi tentang KOS tersebut.

    BalasHapus
  4. Satu hal yang musti diketahyi...
    tiada agama mana pun yang diridhoi Allah SWT selain ISLAM. meski mereka menyatakan sama. tapi tidak kawan. beda dan sangat berbeda....
    ISLAM tidak sama dengan KOS
    Justru KOS sama dengan KRISTEN (KATOLIK dan Protestan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg betul tuh islam diridhoi ama SETAN Muhammad,wkwkwk..:D

      gw curiga atau emang benar kalian pennyembah berhala (bukti klo umat islam klo berdoa selalu mengagung-agungkan muhammad,emang dia tuh siapa di mata Tuhan? dia (muhammad) kagak sederajat dgn Tuhan Yesus.

      muhammad sederajat dgn Tuhan Yesus? sorry kagak level tau,..

      Tuhan mau disamakan dgn muhammad,wkwkwk...

      saya doakan muhammad jangan ampe di hukum berat di neraka krn praktik kebohongan yg di lakukannya selama hidup di dunia...wkwkwk...:D:D:D

      Hapus
    2. Astagfirullahaladzim,
      Begini boss, saya kasih tahu anda siapa itu baginda Muhammad Saw, Muhammad itu bukan Tuhan tapi hanya sebatas Rasul dan Utusan Allah swt,kami Islam tetap menyembah Allah, hanya mendoakan nabi kami saja, perlu anda ketahui muhammad lah yang membawa islam ke dunia ini, tidak akan sampai iman seseorang tanpa bersahalawat kepada nabi muhammad, beliau adalah acuan hidup bagi orang islam, gitu boss... Aduh cetek sekali pikiran anda. Kesimpulan nabi muhammad adalah nabi terakhir dia lah sang pengoreksi kesalahan nabi sebelumnya, termasuk Isa , dan ajaran al kitab yang disempurnakan menjadi islam dan Al-Quran.. Silahkan anda mikir sendiri ajah deh.

      Hapus
    3. Kelihatannya yg cetek justru situ... hehehe...

      Apa buktinya beliau itu Rasul & Utusan Allah SWT??

      Repot memang kalau main claim secara sepihak, boss....

      Hapus
    4. Aduh2 kalian ini pemeluk agama Kristen dan cinta Yesus,tp kalian justru tdk melaksanakan ajarannya,,,,Yesus bersunat, kalian tdk, kalaupun bersunat dengan alasan kesehatan...Yesus tdk makan babi,bahkan Alkitab perjanjian lama Imamat,sendiri dikatakan 'inilah yang tdk boleh kamu makan.......contohnya babi....'Dalam Alkitab tahun 1970-an hanya kata'babi' saja, lantas di Alkitab tahun sesudahnya ditambahkan kata'babi hutan'...bagi yang memiliki akal tentu akan bertanya,koq ditamabah ya? Apa tuhan salah berfirman ya? Lalu siapa yang menyuruh untuk menambah kata babi menjadi babi hutan?Tuhan itu tidak akan pernah salah berfirman, Dia tahu apa yang akan terjadi kelak,Tuhan itu maha benar..apa mungkin hari ini tuhan berkata'A' besok dia ralat jadi'B'? Ada lagi yang keras kepala mengatakan perjanjian baru itu menyempurnakan perjanjian lama, Sebenarnya apa defenisi 'Penyempurnaan/sempurna'? Menjadikan sesuatu itu bertambah bagus,tanpa menghilangkan dasar utamanya: sbg contoh saya disuguhkan secangkir kopi hitam,lantas saya ingin kopi saya itu dibuat lebih sempurna, apa mungkin kopi saya tsb diganti dgn teh? atau minuman bersoda? Orang yang berakal akan mengatakan tidak mungkin! Kopi hitam saya tsb agar sempurna ditambahkan susu atau krim, tapi kopinya tetap ada. Sama halnya kasus pengharaman babi tsb, umat kristen bilang;'itu kan di perjanjian lama...di perjanjian baru diperbolehkan...membingungkan...bukankah Tuhan itu maha benar, maha tahu,,,maha segala2nya..masa di satu kesempatan Dia berfirman, tapi di lain waktu Dia berfirman tdk boleh...hanya orang yang berakallah yang dapat menerima kebenaran! Lihatl dan bacalah beberapa ayat yang ada di Alkitab baik2, ada ayat yang menyatakan begini: 'dia bersundal dengan ayahnya yang zakarnya seperti zakar kuda...dst..., apa mungkin Tuhan berfirman jorok begitu? Kata umat Tuhan itu maha suci, koq berfirman jorok? Apa motivasinya? Bandingkan dengan Alquran... Yesus itu berbahasa Aram,apakah ada Alkitab yang berbahasa Aram? Pikirkanlah hai orang2 yang mengakui satu tuhan, tapi koq doanya;'atas nama bapak(1) dan putra(2) dan roh kudus(3)..amin...apakah Yesus mengajarkan tata cara ibadah tersebut?

      Hapus
  5. seluruh kitab lahir didasari kitab petnjuk.quran didasarkan kitab apa.
    trus kelahiran nabi turunan ismael nyata nyata cacat hukun.Abraham udah diberi petunjuk.dari iskak rahmad itu datang.
    koq berani mengklin dari Allah ya?ya itu kitab main klaim.nabi gak ada mukjizatnya suka me.gatasnamakan Allah .
    ulangan telah mebgingatkan kita apabila seseorang terlalu berani mengatasnamaka. Allah,membuat mujizat gak jadi (muhamad melaknat seseorang tdk jadi) Allah menyatakan orang tersebut harus mati.jgn gentar

    BalasHapus
  6. PERINGATAN !!! JANGAN TONTON VIDEO INI...berbahaya..TEMAN-TEMAN BISA MASUK islam ....
    http://www.youtube.com/watch?v=BLi0_r16STM
    Kisah YUSHA EVANS.
    INJIL Membimbingku pada ISLAM. Kisah yang sangat inspiratif dari seorang mantan kristen yang mempelajari dan mengkaji Injil dengan pikiran terbuka, yang kemudian justru Injil sendiri yang membimbingnya kepada ISLAM.

    Jika Anda ingin berinteraksi langsung atau menghubungi Yusha Evans silahkan kunjungi situsnya www.yushaevans.com http://www.yushaevansmedia.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya sampaikan pada Yusha Evans klo otaknya kayak DOKNKEY..:D

      klo udh gila,jangan sebar2in dong, agama islam tuh pencetak teroris!!! siapa yg mau masuk agama yg dari dasar pembentukannya pake kekerasan dan perang

      sekali lagi utk Yusha Evans, DASAR GILA!!! mati aja lo di situ,kagak pantes lo jadi manusia..dasar biadab...

      Hapus
  7. Jangan memaki sembahan(Tuhan) orang lain (Al Anam 108) &
    Beril makan musuhmu dan Berkatilah,

    Mari kita urus keyakinan masing-masing tanpa mengusikkeyakinan orang lain.

    Menurut Al Quran, Nasrani adalah Kafir & Menurut Alkitab, Yesus Kristus adalah Lebih tinggi dari seorang NABI Besar. (Lukas 7:26)
    BEDA bukan Berarti Bermusuhan Tapi Rukun Damai sesama Ciptaan TUHAN......

    BalasHapus
  8. "Aku berlindung pd Tuhan dari godaan setan yg terkutuk." Nabi koq ketemu setan cari perlindungan. Atasi sendiri, gak usah pakai doa minta prewangan.Kalah sama para rasul.Berat!!!!!
    Semua nabi itu turunan Iskak.Lha ini bkn turunan Iskak ngaku nabi.Wkkkkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau anda bisa membaca dan mempelajari Al-Kitab anda,pasti anda akan merasa sangat2 jadi orang bodoh karena seumur hidup anda telah di bohongi.....

      Hapus
    2. kata siapa mas?kata klaim meren

      Hapus
  9. Kitab terakhir yg d sempurnakan dr kitab sblmnya adlh al qur'an
    Dan al qur'an adlh pedoman umat islam
    jd agama yg pling smpurna adlh islam !! Adapun jika lainnya mmpunyai keyakinan yg ber berbeda
    Kita hrus tetap menghargai kpercayaan mereka
    Jgn sok tau akan tuhan bocah ingusan

    BalasHapus
  10. gak mungkin alkitab bohong,isi alkitabernah diuji sejarah melawan catatan catatan sejarawan abab mulai sebelum masehi smpai abad 2.hasilnya,alkitab adalah salah satu.buku pencatat srjarah paling lengkap.uji arqeologpun menyatakan demikian.
    Malanya sejarawan menamao reverensi alkitab dgn biblika library.
    cari quran dan bandingkan dgn sejarah romawi,mesopotamia,persia,arab kuno.termasuk sejarah nabinya iskandar zulkzrnaen.dijamin gak.nyambung.
    pernah gak seseorang sejarawan.dunia memakai quran library unt menggali sejarah?
    gak ada,krna quran gak lulus uji sejarah.
    mosok obrahim ketemu zulkarnaen,hidup mereka aja beda 500 tahun.dpt referensi dari mana?zulkarnaen.s.ke.pusat terbit matahari?wakkkkkkkk!
    buku gini dibaca!!!

    BalasHapus
  11. ISLAM AGAMA YANG BENAR..TIADA TUHAN YANG DISEMBAH MELAINKAN ALLAH S.W.T.NABI MUHAMMAD S.A.W ITU PESURUH ALLAH

    BalasHapus
  12. Maaf ya mas penulis....tp menurut sy ANDA ITU BODOH.......mana ada kos hanya mengakui yesus itu Tuhan Tanpa juga mengakui Kemanusiaannya.......kalo mW membandingkan pake standard yg adil jgn satu pihak aja......baru saya tarik kembali BODOH nya anda......nb.berlaku buat yg lain jg niy.....

    BalasHapus
  13. mati apa yang bikin agama kayak gitu kalo islam ya islam aja kalo kristen ya kristen aja donk segala kayak gitu

    BalasHapus
  14. Lakum diinukum waliyadiin..untukmu agamamu untukku agamaku..

    BalasHapus
  15. Perbedaan Islam dan Kristen tuh cuma masalah ISA, tapi karena paulus itu ajaran menjadi menyimpang, perlu diketahui, coba diteliti, apakah Isa al-masih pernah mengakui dirinya Tuhan, sedangkan org yahudi bilang beliau adalah GURU, sejak kapan ISA jadi TUHAN? pernah ia bilang dirinya TUHAN?? Gmana kita berlogika jika kita seorang manusia yang mempunyai akal sehat, gmana caranya ISA yang perbah jadi manusia menjadi TUHAN?? Dmana akal sebagai manusia yang mempunyai akal sehat, bagaimana bisa kalo org mati bisa jadi tuhan?
    Kecuali kalau kita percaya pada yang mistis.... Semoga umat yang satu ini di beri hidayah Allah swt. Amin....

    BalasHapus
  16. hati hati.... jangan hina agama apapun

    BalasHapus
  17. jgn slng menghina atau mencaci agama masing2 apa yg kamu percaya dn yakini itulah agama kamu tak kiralah berape byk agama yg muncul

    BalasHapus
  18. klu km rasa agama kamu betul dn kamu bener2 yakin dn percaya kamu mesti takkan mudah terpengaruh dgn agama lain tp tlngiah jgn hina allah,nabi,dn rosulnya bukan kah itu satu sifat yg tak baik agama lain pun mengajarkan jg bahawa kita umatnya tak blh menghina agama lain jd intropeksi diri masing2 ya.

    BalasHapus

tinggalkan komentar dan nama anda